Banjir Jakarta Meluas pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan perluasan area yang signifikan sejak pagi hingga siang hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat peningkatan drastis jumlah kawasan terdampak, di mana pada pukul 12.00 WIB, sebanyak 123 Rukun Tetangga (RT) dan sembilan ruas jalan tergenang banjir. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa perluasan ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari, serta menyebabkan sejumlah sungai meluap .
Perluasan banjir terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Sebelumnya pada pukul 07.00 WIB, BPBD mencatat hanya 61 RT yang terendam. Angka tersebut melonjak menjadi 90 RT pada pukul 09.00 WIB, dan akhirnya mencapai 123 RT pada siang harinya . Data ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu lima jam, terjadi penambahan 62 RT yang baru terendam banjir, mengindikasikan bahwa sistem drainase dan sungai di Jakarta tidak mampu menampung debit air hujan yang sangat tinggi.
Jakarta Selatan menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir kali ini. Dari total 123 RT yang terendam, sebanyak 90 RT berada di wilayah Jakarta Selatan . Sebarannya meliputi berbagai kelurahan, dengan konsentrasi tertinggi di Kelurahan Petogogan yang mencatatkan 39 RT terendam. Kelurahan Petukangan Utara juga mengalami dampak signifikan dengan 10 RT tergenang, diikuti oleh Kelurahan Pesanggrahan (9 RT), Bintaro (8 RT), dan Pondok Pinang (6 RT) .
Ketinggian air di wilayah Jakarta Selatan bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1 meter atau 100 sentimeter. Genangan tertinggi setinggi 100 sentimeter dilaporkan terjadi di Kelurahan Petukangan Utara. Selain itu, wilayah Pejaten Timur mencatat genangan setinggi 95 sentimeter, sementara di Pondok Pinang air mencapai 90 sentimeter . Data lebih rinci dari BPBD menyebutkan bahwa di Kelurahan Petogogan, ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter .
Banjir di Jakarta Selatan disebabkan oleh kombinasi antara curah hujan tinggi dan luapan beberapa sungai besar yang melintasi wilayah tersebut. BPBD mencatat bahwa luapan Kali Krukut menjadi penyebab utama di sejumlah kelurahan seperti Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, dan Petogogan . Selain itu, luapan Kali Pesanggrahan juga merendam Pondok Pinang dan Pesanggrahan, sementara luapan Kali Mampang berdampak pada Kelurahan Pela Mampang .
Wilayah Jakarta Barat juga mencatatkan angka yang cukup tinggi dengan total 33 RT terendam banjir. Dua kelurahan yang paling terdampak di Jakarta Barat adalah Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya, di mana masing-masing mencatatkan 11 RT tergenang . Genangan di kedua kelurahan ini disebabkan oleh luapan Kali Angke, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter di Kedaung Kali Angke, dan 30 hingga 70 sentimeter di Rawa Buaya .

Baca Juga : Kapolri Ungkap Tawaran Jadi Menteri Kepolisian
Selain dua kelurahan utama, banjir juga merendam sejumlah wilayah lain di Jakarta Barat. Kelurahan Kedoya Selatan mencatatkan 5 RT terendam dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. Di Kelurahan Kembangan Selatan, 3 RT tergenang banjir luapan Kali Pesanggrahan setinggi 40 sentimeter. Adapun Kelurahan Kebon Jeruk dan Kembangan Utara masing-masing melaporkan 1 RT dan 2 RT terendam akibat curah hujan tinggi .
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan mobilitas di ibu kota dengan tergenangnya sembilan ruas jalan utama. BPBD mencatat genangan di ruas jalan dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter . Kondisi ini memaksa para pengendara untuk mencari jalur alternatif dan berpotensi menyebabkan kemacetan panjang di titik-titik yang masih bisa dilalui.
Beberapa ruas jalan yang dilaporkan terendam antara lain di Jakarta Barat terdapat Jalan Strategi Raya, Jalan Basoka Raya di Kelurahan Joglo, serta Jalan Puri Kembangan di depan Sekolah SMK Budi Murni, Kedoya Selatan. Jalan Daan Mogot tepatnya di depan pabrik Gelas, Rawa Buaya, dan Jalan Kali Sekretaris di Duri Kepa juga tidak bisa dilalui kendaraan . Sementara itu, di Jakarta Utara, Jalan Gaya Motor Raya di Kelurahan Kebon Bawang terendam setinggi 30 sentimeter .
Jakarta Selatan juga mencatatkan genangan di ruas jalan protokol. Jalan Ciledug Raya di Petukangan Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter, sementara genangan terdalam dilaporkan di Jalan Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, yang mencapai ketinggian 60 sentimeter . BPBD mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintasi jalanan yang tergenang.
Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lapangan untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) . Langkah yang dilakukan meliputi penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air atau saluran berfungsi dengan baik agar banjir cepat surut .
Meskipun banjir meluas, terdapat kabar baik di mana beberapa wilayah yang sempat terendam sebelumnya kini mulai berangsur surut. BPBD mencatat genangan di Kelurahan Lebak Bulus (2 RT), Pesanggrahan (2 RT), dan Cilandak Timur (1 RT) telah berkurang atau kembali normal . Hal ini menunjukkan bahwa upaya penyedotan dan normalisasi saluran air mulai membuahkan hasil meskipun kondisi cuaca masih belum bersahabat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan mengingat prediksi cuaca buruk masih akan berlangsung. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah menekankan perlunya langkah terkoordinasi untuk mengatasi banjir, baik jangka pendek seperti modifikasi cuaca, maupun jangka panjang seperti normalisasi sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama .
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena dapat menyumbat aliran air dan memperparah banjir. Dalam kondisi darurat, warga diimbau untuk menghubungi layanan telepon darurat 112 yang beroperasi secara gratis selama 24 jam . Partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya genangan.
Dengan masih tingginya curah hujan di wilayah Jakarta, BPBD DKI Jakarta menyatakan akan terus siaga dan melakukan pemantauan secara berkala. Data terbaru akan terus diperbarui untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat . Situasi ini kembali menjadi pengingat akan tantangan banjir yang terus dihadapi ibu kota dan perlunya solusi komprehensif serta kolaborasi semua pihak untuk mengatasinya